Tentang Periode Seret Gol Paulo Dybala

0
309
Berita Bola, Berita Sepakbola, Liga Inggris, Royal138, RoyalPoker138, Liga Spanyol, Liga Jerman, Liga Belanda, Liga Eropa, Liga Champions, Piala FA, Liga Italia, Serie A, Berita Bola TerUpdate, Info Bola, Football138, WikiGoal, Kasino AsiaGaming,Kasino Ezugi ,Kasino OPUS, Kasino Oriental, Kasino VivoGaming, Agen Poker IDN, Agen Baccarat Opus, Agen Bola Bank Danamon,Agen Casino Bank Danamon, Agen Bola Poker 1 ID ,Baccarat Opus Bank Danamon ,Baccarat Opus Bank BNI,Agen Bola Sinar Mas,Agen Poker Sinar Mas,Agen Casino Sinar Mas, situs, online, poker, agen, boola, casino, live, judi indonesia, terbaik, terpercaya, agent, betting, jackpot

Berita Bola – Paulo Dybala mengawali musim ini dengan luar biasa. Beda dengan saat ini karena penyerang Juventus itu sekarang sedang melewati sebuah periode seret gol.

Kemenangan Juventus atas Benevento di ajang Serie A menjadi laga terakhir dalam periode seret gol Dybala tersebut. Dua gol Bianconeri, dalam kemenangan 2-1, dicetak oleh Gonzalo Higuain dan Juan Cuadrado.

Artinya, Dybala sudah tidak mencetak gol dalam tiga pertandingan terakhir Juventus. Bahkan dari sembilan pertandingan terakhirnya, cuma satu gol yang berhasil ia cetak (dalam kemenangan 4-1 atas SPAL). Jumlah gol Dybala di periode seret ini pun masih kalah banyak dari dua assist yang ia buat (lawan Udinese dalam kemenangan 6-2 dan lawan Milan dalam kemenangan 2-0).

Produktivitas Dybala saat ini kontras sekali dengan yang ia perlihatkan di awal musim bersama klubnya. Ketika itu Dybala mampu mencetak 12 gol dalam delapan pertandingan, dimulai dari sepasang gol saat Juventus kalah dari Lazio di Piala Super Italia. Pada periode subur tersebut, dua kali pula Dybala tercatat mampu membuat trigol dalam sebuah laga.

Kubu Juventus sendiri, seperti dikatakan Giuseppe Marotta selaku manajer umum, sejauh ini tampak masih dapat memberi toleransi. Ada masa-masanya seorang pesepakbola tidak akrab dengan gol dan periode itu merupakan proses lazim dari perkembangan pemain.

“Harus diingat bahwa Dybala bahkan belum genap 24 tahun. Ia baru akan 24 tahun pada 15 November dan wajar saja pemain sekaliber dirinya akan mencapai usia kematangan pada umur 26 atau 27 tahun,” kata Marotta kepada Domenica Sportiva yang dikutip Football Italia.

“Kami senantiasa mengharapkan hal-hal luar biasa darinya karena kami terbiasa mendapatkan hal itu darinya. Jadi ketika ia bermain biasa saja seperti hari ini, dengan sepantasnya dapat ponten enam (dari 10), tiba-tiba ia jadi seperti dapat nilai empat atau lima. Kita harus sabar untuk menunggunya. Yang dapat kami katakan dengan pasti adalah ia punya bakat besar.”

“Untuk menjadi seorang pemain juara butuh waktu. Itu bisa dilakukan setelah Anda mencapai konsistensi hasil, permainan, dan penampilan. Saat ini usianya masih 23 tahun dan dia mulai diberi tanggung jawab besar saat sudah 1-1,5 tahun membela. Semua orang menuntut hal luar biasa darinya, tapi ini butuh kesabaran,” tuturnya.

 

[ Berita Bola ]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here