Barca Sangat Boros Sejak Kepergian Neymar

football138, berita bola terupdate, welovebet, judi online welovebet, judi kasino online terpercaya

Kedatangan Frenkie De Jong membuat Barcelona menghabiskan banyak uang selama dua periode transfer musim dingin terakhir. Sejak Neymar pergi, Barca begitu boros.

De Jong baru saja diresmikan sebagai pemain Barca setelah diboyong dari Ajax Amsterdam dengan banderol 75 juta euro plus bonus lainnya senilai 11 juta euro. Harga yang terbilang tinggi untuk pemain yang berusia 21 tahun meski Barca memang membutuhkannya.

Meski baru bergabung Barca musim depan, De Jong sudah menguras kas Barca lagi musim dingin ini. Total sudah 77 juta euro atau sekitar Rp 1,2 triliun dikeluarkan Barca dengan dua juta euro lainnya untuk biaya peminjaman Kevin-Prince Boateng dan Jeison Murillo.

Dengan tambahan 77 juta euro itu, Barca sudah menghabiskan sekitar 205 juta euro (Rp 3,2 T) sejak bursa transfer musim panas lalu. Malcom jadi pembelian termahal Barca dengan harga 41 juta euro.

Belanja besar-besaran Barca ini memang sudah jadi tradisi baru mereka setidaknya dalam dua musim terakhir sejak kepergian Neymar ke Paris St-Germain. Padahal Barca “cuma” mendapatkan 222 juta euro dari penjualan Neymar.

Ketika Neymar pergi pada musim panas 2018, Barca langsung mengeluarkan uang 198 juta euro untuk belanja beberapa pemain, dengan Ousmane Dembele dan Paulinho, sebagai yang termahal. Rekor transfer yang baru dicatat pada musim panas itu langsung dipecahkan pada musim dingin 2018 ketika membeli Philippe Coutinho dengan harga 120 juta euro.

Tak cuma Coutinho, Barca juga menghabiskan sekitar 11,8 juta untuk memboyong Yerry Mina. Dengan demikian dalam dua musim terakhir, Barca sudah menghabiskan 533 juta euro atau sekitar Rp 8,5 triliun demi mendatangkan para pemain tersebut.

Dengan bursa transfer Januari 2019 menyisakan beberapa hari lagi, Barca disebut masih berupaya mendatangkan pemain lagi, salah satunya Adrien Rabiot.

Tradisi ini terbilang baru dan juga janggal mengingat Barca dikenal sebagai penghasil para pemain top saat Pep Guardiola masih di sana. Apalagi sebelum ini Barca juga jarang melakukan pembelian seboros di atas. Josep Maria Bartomeu sebagai presiden dan juga Eric Abidal sebagai direktur olahraga disebut sebagai penyebab utamanya.